Teknik Terbaru Cara Menentukan Kurma Jantan dan Betina

Cara menentukan kurma jantan dan betina masih menjadi misteri hingga hari ini. Banyak pegiat kurma khususnya yang dari biji terus mencari berbagai metode terbaru menentukan jenis kelamin kurma. Dengan harapan semakin banyak petani kurma bisa menentukan jantan/betina dengan biaya terjangkau. 

Bagi petani kurma di jazirah arab, praktis sudah meninggalkan metode pengamatan fisik jika mengandalkan dari biji. Kurma semaian dari biji lebih banyak untuk hiasan jalan. Sedang untuk budidaya kebun kurma, mayoritas menggunakan sunu/anakan/tunas/offshoot kurma atau bibit kultur jaringan

Tahun 2016 menjadi awal masa boomingnya budidaya kurma. Dengan keterbatasan finansial, bibit kurma dari biji menjadi pilihan paling ekonomis. Jauh lebih murah disbanding bibit kurma kultur jaringan ataupun sunu. Sunu menjadi relatif mahal karena populasinya masih terbatas. Boleh jadi 20tahun lagi sudah banyak kebun yang bisa diambil sununya. 

Teori-teori cara penentuan jenis kurma jantan/betina yang sudah beredar diantaranya adalah bentuk biji, bentuk ujung bonggol, orientasi pelepah, warna pelepah, kemunculan sunu. Namun semua itu masih tergolong kecil probabilitas penentuan kurma betina. 

Semakin jeli pengamatan cara penentuan kurma jantan/betina menjadi hal menarik bagi pegiat kurma tropis Indonesia. Mengamati adalah peninggalan turun temurun yang banyak ditemui di Indonesia. Bukan tidak mungkin, kelak akan muncul teori penentuan ciri fisik kurma betina/jantan ditemukan oleh orang Indonesia. 

Meski belum memberikan validitas 100%, setidaknya bisa mengerucutkan cara praktis seleksi bibit kurma biji sehingga memperbesar probabilitas pencarian bibit kurma betina dengan biaya terjangkau. 
 

Teknik Terbaru Cara Menentukan Kurma Betina/Jantan 

Sekitar tahun 2017, ada beberapa pegiat kurma yang mulai mengamati pola ujung daun dan daun yang masih lembaran. Beliau adalah Fitriani mengamati sejumlah pohon kurma yang sudah berbuah untuk diteliti pola ujung daunya. Beberapa posting bisa ditemukan di grup facebook petani kurma. 
Pola ujung daun Pohon Kurma 

Perhatikan baik ujung daun di setiap pelepah pohon kurma jantan ataupun betina. Umumnya ujungnya berupa 3 daun menyerupai huruf T namun terkadang hanya 2 menyerupai huruf V. Untuk memudahkan praktek teori ini, carilah yang berpola 3daun menyerupai huruf T seperti foto berikut  

Perhatikan cara melihat dan pola hitunganya. Pastikan foto diambil dari permukaan atas daun kurma betina atau jantan. Arahkan ujung daun ke bawah. Adapaun yang dihitung adalah sela daunnya. Sela daun bisa dipakai pada daun berpola V atau T. Untuk latihan, gunakan yang berpola T karena lebih mudah membacanya. 

Pertama, tentukan titik pertamanya yaitu sela daun pertama sebelah kiri, tandai dengan angka 1. 
Kedua, Sisi kedua adalah sela daun kedua yang berseberangan dengan sela daun nomor 1, adanya di sisi kanan. Tandai dengan angka 2. 
Ketiga, perhatikan ketiak daun ketiga dan keempat dihitung dari ujung daun, cari yang terdekat ke ujung. Tandai dengan angka 3. Ketiak daun ketiga berada di daun keempat dari ujung daun. 
Keempat, ketiak daun keempat atau daun kelima, letaknya tepat setelah ketiak daun ketiga. Tandai dengan angka 4. 

Foto berikut adalah contoh untuk kedua pola, yaitu sela daun ketiga berada di kiri dan kanan. 
pola p1
Pola ujung pelepah kurma. Kiri, pola P1. Kanan, pola P2.

Pola pertama yang sela daun ketiga berada di kiri disebut dengan pola P1. Dan pola kedua yang sela daun ketiga berada di kanan disebut dengan pola P2. Begitulah cara terbaru menentukan kurma jantan/betina menggunakan pola ujung daun. 

Oya, itu belum selesai. Dari beberapa pengamatan yang dilakukan, tampaknya pola tersebut memberikan kecenderungan gen pohon kurma jantan atau betina. Meski tidak memberikan kepastian 100% benar namun setidaknya mengerucutkan seleksi untuk mencari yg dominan kurma betina. Pola P1 berpotensi kurma betina dan pola P2 berpotensi kurma jantan. 

Cara menentukan jenis kurma betina/jantan dengan P1 dan P2 ini dilakukan pada bibit kurma dari biji (kurma biji). Sehingga tidak disarankan untuk dipraktekkan pada bibit kurma kuljar. Teknik P1 dan P2 ini bisa digunakan untuk prediksi juga pada bibit kurma sunu/anakan yang berasal dari kurma biji. 


Dalam satu pohon biasanya pola ujung pelepah daun tidak hanya satu macam, keduanya ada namun berbeda juumlahnya. Satu pola yang dominan. Jika pola P1 yang dominan maka diprediksi bibit pohon kurma tersebut betina. Sebaliknya jika pola P2 yang dominan maka diprediksi sebagai bibit kurma jantan. 

Akhir kata, hanya Allah SWT yang mengetahui dan menentukan sebuah bibit kurma biji menjadi jantan atau betina. Manusia hanya berikhtiar. Penentuan kurma jantan dan betina yang paling valid adalah dari sunu kurma betina, kultur jaringan indukan betina, atau yang sudah keluar bunganya. Namun perlu dicatat, pohon kurma yang sudah keluar bunga pun masih ada yang berubah meski kecil persentasenya. 

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat untuk pengembangan kurma tropis Indonesia.

Terimakasih telah mengunjungi Kurmaland, bersama mengembangkan budidaya Kurma Tropis Indonesia. Konsultasi Budidaya dan Agrowisata Kurma hubungi 087881793730.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teknik Terbaru Cara Menentukan Kurma Jantan dan Betina"

Post a Comment